Mahasiswi Komunikasi Unsoed Raih Gelar Srikandi Blogger 2014

Mahasiswa ilmu komunikasi sekali lagi mengharumkan nama wiyata Unsoed dengan prestasinya. Kali ini prestasi tinggi diraih oleh Pungky Febriani, mahasiswi angkatan 2008. Tidak main-main, prestasi nasional berupa juara dalam sebuah kontes penulisan digital disematkan dipundaknya. Secara resmi, gelar Srikandi Blogger 2014 diemban oleh mahasiswi yang sedang menyelesaikan skripsi ini.       

MENGENAL KOMISI SKRIPSI

Minggu ini, telah dimulai tugas Komisi Skripsi, menyusul berakhirnya masa perkuliahan dan liburan akhir tahun. Ada yang baru dalam personil Komisi Skripsi yakni munculnya nama - nama :Dr. Nana Sutikna, Dr. Wisnu Widjanarko dan Tri Nugroho Adi,M.Si. Beliau bertiga  mengemban tugas Komisi Skripsi untuk periode 2014-2015 menggantikan tiga personel yang habis masa tugasnya per Januari ini, yakni Drs. Chusmeru,M.Si.(Ketua Komisi),Drs. Ch. Herutomo,M.Si.(Sekretaris Komisi) dan Dr. M. Sulthan (Anggota Komisi). Dalam petunjuk teknis pelaksanaan Komisi Skripsi ini, tim akan bersidang setidaknya dua kali sebulan yakni tiap Jumat minggu pertama dan ketiga guna mereview judul usul penelitian yang masuk dan kemudian menentukan siapa calon pembimbing bagi mahasiswa yang bersangkutan.

COMMUNICATION EXPO “CULTIVATION”

Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed akan melaksanakan “CommExpo”  dengan tema “Cultivation” ( Culture and Technology in Various of Communication ). Acara ini dibuka untuk umum dan dikhususkan kepada pelajar SMA/MA se-Banyumas. Acara ini akan diselenggarakan pada hari Minggu, 17 November 2013 bertempat di Aula Fisip Unsoed. Acara akan mulai pada pukul 09.00 WIB s/d 15.00 dengan kegiatan acara Seminar mengenai Ilmu Komunikasi oleh Tri Nugroho Adi M.Si serta Citizen Journalism oleh pimpinan redaksi dari Satelit Post, Yon Daryono, Simulasi dunia kerja bidang komunikasi serta berbagai acara hiburan.

Terimakasih Mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk Warga Melalui Pagelaran Budaya “Kue Lapis”

Pagelaran Budaya “Kue Lapis” adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) UNSOED bekerjasama dengan Karang Taruna Gema Purwantara 2 Kelurahan Grendeng. Dengan konsep pesta rakyat , pagelaran budaya “Kue Lapis” muncul sebagai upaya mahasiswa berterima kasih dan menghilangkan jarak dengan warga sekitar kampus UNSOED. Pagelaran budaya yang kali pertama dilakukan oleh HIMAKOM ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 9 November 2013 mulai pukul 15.30 -  23.30 di Lapangan Kelurahan Grendeng dibuka untuk umum dan gratis.

 

MENYADARKAN PEDULI LINGKUNGAN MELALUI FILM

TPA Gunung Tugel,Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten BanyumasMasalah sampah yang sering terjadi di daerah perkotaan adalah penumpukan timbunan sampah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk. Peningkatan volume sampah ini menyebabkan kebutuhan lahan penimbunan di TPA semakin meningkat. Tempat pembuangan akhir sampah (TPA ) merupakan permasalahan besar di banyak kota di Indonesia. Begitupun dengan TPA Gunung Tugel yang berada di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Tempat pembuangan akhir  ( TPA) Gunung Tugel ini mempunyai luas 5 hektar. Pengelolaan TPA yang baik menjadi unsur penting, tanpa pengelolaan yang tepat, TPA dapat menjadi potensi bahaya bagi kesehatan juga lingkungan sekitar.

 

Refleksi Goes To Lampung

UKM Fotografi FISIP, Refleksi berkesempatan mengikuti Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) VI di Lampung, 4-6 Oktober 2013. Refleksi mendelegasikan tiga anggotanya yaitu Eko Nugroho, Muthia Karima, dan Helmy Wicaksono Saputro untuk mengikuti kegiatan tersebut.

SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU KOMUNIKASI 2013

(Purwokerto,28/8)  Sebanyak 99 mahasiswa/i baru akan bergabung di Program Studi S1 Ilmu Komunikasi. Para insan generasi terbaru “cerdas dan dapat diandalkan”, demikian menjadi tagline prodi ini, akan diterima di  Ruang 9 pada hari Kamis, 29 Agustus 2013 pukul 14.00 WIB oleh jajaran  pimpinan dan staf akademik prodi.  Dalam sambutannya, Dr Toto Sugito selaku Ketua Prodi/Jurusan Ilmu Komunikasi dengan lugas dan  mantap mengucapkan,”Selamat menjadi mahasiswa Komunikasi, semoga menjadi ilmuwan Komunikasi yang berprestasi!” 

SECOND CHANCE

Pilihan, akan selalu ada di tiap potongan kecil kisah eksistensi kita di dunia, akan selalu ada di sela-sela hela nafas saat kita memaknai suatu kejadian. Pilihan, membuat suatu pertentangan di dalam garis kehidupan kita yang ‘katanya’ sudah ditentukan. Pilihan, menantang keberanian kita dalam membuat suatu keputusan, menantang kecerdasan otak kita dalam menyikapi suatu peristiwa, dan hasil dari pilihan yang kita pilih akan menentukan bagaimana kita di masa depan.

Setiap manusia sudah pasti pernah dihadapkan pada sebuah pilihan, pilihan-pilihan besar seperti memilih jurusan yang akan diambil saat mendaftar kuliah, memilih pasangan hidup, memilih tempat bekerja setelah lulus kuliah, sampai ke pilihan-pilihan kecil nan sederhana seperti makanan apa yang akan kita santap untuk sarapan, pakaian seperti apa yang akan kita pakai untuk bepergian, dan masih banyak lagi pilihan-pilihan yang terkadang tidak disadari jika pilihan-pilihan itu terjadi di setiap detik kehidupan kita.

 

Doktor Baru Jurusan Ilmu Komunikasi

Man is born free.  Banyak tafsir yang bisa kita  berikan pada premis  tersebut akibatnya banyak makna dan nilai yang bisa diturunkan untuk berbagai kepentingan. Premis ini merupakan kata-kata pertama yang membuka ringkasan disertasi Drs· Nana Sutikna, M·Hum saat menggelar sidang terbuka Program Doktor Ilmu Filsafat UGM Yogyakarta.

Sidang ini merupakan pengukuhan gelar doktor bagi dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNSOED ini. Bertempat di gedung Gajah Mada Club,  pada hari Senin 6 Mei 2013, dengan mengambil judul  Dimensi Ontologis Kebebasan Menurut Erich Fromm Relevansinya Bagi Pengembangan Pers di Indonesia -- disertasi ini menyoal kebebasan pers Indonesia yang  belum berfungsi dengan layak. Meskipun ada Pancasila yang berfungsi sebagai pedoman bagi warga negara dalam menyelenggarakan kehidupan sehari-hari, namun bagi dosen filsafat ini hal itu sepertinya belum tercermin dengan sepatutnya.  

Disertasi yang disusun Drs. Nana Sutikna,M.Hum. dengan promotor Prof. Dr. Joko Siswanto,M.Hum dan co- promotor Dr. Ali Mudhofir ini, mencoba menggali nilai-nilai yang hakiki dari hakekat pers sendiri dengan cara pandang yang baru, mengingat saat ini demikian kompleksnya kepentingan yang ada di dunia pers. Di hadapan tim penguji Prof.Dr. Lasiyo, MA,M.M., Prof.Dr. Djoko Suryo, M.A. ,Prof.Dr. R. Soejadi.S.H., Prof.Dr. Ahmad Dardiri,M.Hum., Dr. Arqom Kuswanjono, Dr.Misnal Munir.M.Hum., Dr. H.Mukhtasar Syamsudin. MA., Nana Sutikna dengan tegas mengatakan bahwa saat ini tidak ada satupun media pers di Indonesia yang bebas dari kepentingan· Kondisi ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi dosen Ilmu Komunikasi ini, sehingga menggelitik dirinya untuk menggali berbagai pemikiran filsafat yang berpengaruh sebagai pisau bedah persoalan yang kian klasik ini. Dalam kata penutup yang merupakan jawaban dari pertanyaan terakhir, promovendum mengutarakan : relevani dimensi ontologis kebebasan pers Fromm dengan kebebasan pers di Indonesia adalah bahwa pers haruslah memiliki kebebasan otonom, artinya pers harus bebas dari pengaruh kekuatan dan kepentingan  di luar pers; pers harus memiliki kebebasan yang dinamis, artinya kebebasan pers yang senantiasa mampu menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas, karakter serta idealisme; pers harus memiliki kebebasan yang humanis artinya pers diarahkan dalam rangka mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan dan pengembangan martabat manusia.


Setelah lebih kurang satu setengah jam Nana Sutikna mempertahankan desertasinya. promovendus dinyatakan lulus dengan predikat cum laude  yang disambut tepuk tangan penuh haru dari para hadirin. Sidang promosi ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan Unsoed di antaranya Dekan Fisip, Dekan Fakultas Ekonomi dan Fakultas  Hukum, Pembantu Dekan I Fisip, Ketua Program Pasca Unsoed, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi dan ketua program MAP Unsoed,  Rektor dan PR 3 UMP. Selain itu turut hadir pula sejumlah pimpinan dari jajaran Pemda dan Kepala Dinas  di antaranya  Sekda Banyumas, Bupati Cilacap, Kepala PDAM Banyumas, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dan lainnya (P Imam Pj/tna)

PORTRAIT

Filmologi merupakan salah satu mata kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Unsoed yang dapat dikatakan sebagai oase ditengah berbagai mata kuliah teori-teori ilmu komunikasi yang banyak membuat mahasiswa mengernyitkan kening kepala. Disebut oase karena dalam perkuliahan – setidaknya dalam benak kebanyakan mahasiswa yang mengambil mata kuliah filmologi – akan lebih banyak diisi dengan praktikum, yang akan membuat perkuliahan cenderung berlangsung di luar kelas atau di lapangan yang tentunya menyegarkan otak. Bagi saya yang merupakan mahasiswa angkatan 2008, filmologi adalah mata kuliah pilihan yang dapat diambil pada semester genap tepatnya semester 6. Mata kuliah praktikum bagi setiap mahasiswa – menurut saya – merupakan kuliah yang menyenangkan. Secara sadar ketika akan mengambil kuliah filmologi ini dalam benak saya tertanam bahwa selama perkuliahan berlangsung mahasiswa akan belajar segala sesuatu tentang perfilman dan tentu saja akan mendapat tugas untuk membuat film.

 

Syndicate content