Mengenal Secara Dekat Fotografi Makro (Suatu yang Tak Nampak Menjadi Tampak)

 

 

 

 

 

Fotografi  merupakan  aliran seni yang berusaha untuk menangkap suatu moment melalui lukisan cahaya. Pada zaman yang serba – serbi dan beraneka ragam ini, semua orang pasti mengenal dan mengakui keberadaan seni fotografi ini, mereka sudah familiar dengan pemanfaatan media kamera, baik kamera pocket, handphone, mirorless, SLR, dan DSLR. Seni fotografi merupakan seni yang sangat unik, karena menuntun manusia menciptakan hal – hal baru dengan fashion mereka masing – masing. Dari adanya selera atau fashion manusia tersebut tercipta beragam aliran – aliran fotografi yang tercipta. Salah satu yang akan dibahas dalam artikel ini adalah aliran seni fotografi makro.

Seni fotografi makro itu sendiri diciptakan dari ketertarikan manusia dengan sesuatu hal yang terlupakan oleh pandangan kita karena keberadaannya tak terlihat atau lebih kecil daripada manusia atau makhluk hidup pada umumnya. Secara teknis fotografi makro merupakan aliran fotografi dengan jarak yang sangat dekat dengan tujuan mendapatkan detail objek yang tinggi.

Fotografi makro biasana memiliki rasio 1:1 yaitu besar gambar yang dihasilkan memiliki kesamaan ukuran dengan benda aslinya. Sehingga penggiat dan pencinta seni fotografi makro adalah pencinta lingkungan hidup karena biasanya fotografer makro mengambil objek seperti tanaman, hewan dengan ukuran kecil, dan objek kecil lainnya yang memerlukan detail.

Dalam artikel ini penulis akan berbagai mengenai teknis dan  tips yang  umum dilakukan oleh fotografer makro.

Pertama, menyiapkan kamera dan lensa. Tujuannya  adalah  anda dianjurkan untuk memiliki sebuah lensa makro atau lensa yang ditambah dengan extension tube. Hal ini dilakukan untuk mempermudah anda untuk menghasilkan objek makro sesuai apa yang anda harapkan.

Kedua, perhatikan lighting atau pencahayaan. Semakin dekat dengan objek yang akan di potret, maka pencahayaan akan semakin berkurang atau jumlah cahaya yang masuk semakin sedikit. Sehingga ketika menciptakan foto makro hal yang paling utama dilakukan adalah anda mengatur ISO serendah mungkin, karena pada foto makro membutuhkan gambar yang detail dan bebas dari gangguan noise yang banyak, oleh karena itu diafragma (f) kamera diatur dengan bukaan terbesar. Jika anda melakukan pemotretan makro ke objek bergerak (hewan), maka pengaturan shutter speed  sangatlah diperlukan. Proses ini dilakukan karena biasanya hewan – hewan kecil seperti semut, lalat, nyamuk, belalang, kupu – kupu, laba – laba dapat bergerak dengan cepat tanpa kita sadari, sehinga momen yang baik akan hilang begitu saja.

Ketiga, jangan ragu menggunakan alat bantu. Jika  anda  memotret makro  untuk  sebuah  produk, sangat disarankan  agar anda  melakukannya di dalam studio. Karena  dengan  menggunakan  bantuan  lampu studi  yang dapat diatur  untuk  menyala  secara  continuos  akan  mempermudah  anda  untuk  menentukan  titik fokus. Sedangkan  untuk  pemotretan  makro  hewan  atau  tumbuhan  yang  biasa  dilakukan  di luar  ruangan. Anda  dapat  menggunnakan  alat  bantu  seperti  flash  umum atau  flash khusus  untuk foto  makro  jika  kondisi  pencahayaan  kurang  mendukung. Kemudian, agar  gambar  yang  dihasilkan  dapat  tetap  tajam, jangan lupa gunakan  tripod saat  memotret.

Keempat, perhatikan fokus dan mode metering. Misfokus, atau fokus yang meleset, adalah petaka pada sebuah fotografi makro. Untuk menghindarinya, penggunaan pengaturan fokus
secara manual akan lebih efektif dibandingkan dengan mode autofocus. Kemudia  agar  lebih  mudah  dan  cepat  dalam  menentukan  fokus di mode manual, sebaiknya anda  mengatur  opsi metering kamera pada mode spot metering. Hal ini dilakukan karena  penggunaan spot metering akan membuat kamera menghitung metering pencahayaan  hanya di area fokus  yang menjadi tujuan utama.

Last, teknik dalam pengambilan  yang  paling  terpenting  adalah bersabar dan tetap bereksperimen dengan komposisi dan hukum fotografi (role of third). Perlu ditekankan bahwa fotografi makro tidak seperti fotografi landscape atau potrait. Fotografi makro  harus  memiliki  kesabaran ekstra karena pengambilan gambar harus dilakukan sedekat mungkin dengan objek. Serta yang perlu di ingat bahwa terus bereksperimen akan mempermudah kita untuk lebih mengenal dan memahami dalam menemukan arti yang sebenarnya.

Penulis : Dian Nurdiansyah

Foto : Dian Nurdiansyah

(tna )