SEMINAR NASIONAL “MENGGAGAS PENCITRAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL”

 

Latar Belakang:

Kekuatan opini publik, dan pencitraan dalam mengangkat dan menjatuhkan reputasi produk, seseorang ataupun lembaga saat ini sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, dalam beberapa kasus orang hampir meyakini bahwa bukan lagi kualitas produk, orang, atau lembaga yang membuat produk tersebut laku di pasaran, membuat seseorang sukses dalam sebuah pemilihan, dan membuat sebuah lembaga atau perusahaan disukai dan memiliki banyak costumers, melainkan pencitraan.

Citra sejatinya adalah kesan yang timbul atau diberikan orang lain terhadap produk, layanan, atau perusahaan kita. Namun, ketika citra diyakini memiliki peran yang signifikan dalam menentukan keberhasilan sesuatu atau seseorang maka citra tidak lagi dibiarkan muncul secara alami melainkan dibentuk melalui sebuah upaya pencitraan (image building). Kini, tidak  hanya lembaga, perusahaan, atau produsen barang dan jasa yang berkutat dengan pencitraan, individu yang berkepentingan dengan dukungan publik pun tidak mau ketinggalan dalam melakukan pencitraan.

Permasalahannya kemudian, kerap terjadi mereka yang melakukan pencitraan kemudian terjebak hanya pada upaya untuk membuat diri, produk, lembaga mereka sekedar kelihatan baik di hadapan publik. Akibatnya, ketika publik menyadari bahwa apa yang mereka peroleh dan pilih tidaklah sebaik apa yang mereka lihat, maka tujuan akhir pencitraan yaitu untuk mendapatkan goodwill dari publik tidak tercapai. Sebaliknya, publik menjadi apriori dan memaknai pencitraan hanya sebagai manipulasi dan kaumflase semata.

Bertolak dari fenomena tesebut, maka diperlukan sebuah upaya untuk menggagas pencitraan yang tidak semata-mata dilakukan untuk membuat sesuatu atau seseorang kelihatan baik,  melainkan membuat orang lain menyadari dan memberikan kesan baik terhadap sesuatu yang memang baik. Mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kegiatan pencitraan merupakan salah satu alternatif yang bisa dilakukan.

Kearifan lokal dipahami sebagai gagasan-gagasan lokal yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Kearifan lokal dalam masyarakat dapat berbentuk nilai-nilai kejujuran, kebersamaan, integritas, norma, etika, kepercayaan, adat-istiadat, dan sebagainya. Dengan berbasis pada nilai-nilai tersebut maka upaya pencitraan diharapkan tidak lagi terjebak pada sekedar kamuflase, sekedar membuat karung yang bagus untuk membawa kucing buduk di dalamnya.

Upaya menggagas pencitraan yang demikian bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kontribusi pemikiran secara interdisipliner. Sehingga semua stakeholders yang berkepentingan dengan pencitraan, mulai dari unsur pemerintah, politisi, dunia usaha, praktisi media, humas, periklanan, akademisi, budayawan dan ahli bahasa,  bisa duduk bersama dan memberi solusi cerdas dalam membangun citra positif bagi pencitraan itu sendiri.

 

Sub-Tema:

·         Kearifan lokal  dalam pencitraan institusi pemerintah

·         Mengembangkan strategi  kehumasan berbasis kearifan lokal

·         Bahasa dan budaya dalam pencitraan

·         Membangun media berbasis kearifan lokal

·         Mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam periklanan

·         Komunikasi politik dan diplomasi berbasis kearifan lokal

 

Narasumber

Keynote Speaker:

Gubernur Jawa Tengah: Letjen. TNI (Purn.) H. Bibit Waluyo*

Bali Ndesa Mbangun Desasebagai Bentuk Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal

Pembicara:

- Prof. Nunung Prajarto, Ph. D : Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada

- Dra. Henny S. Widyaningsih, M.Si: Akademisi dan praktisi kehumasan, Wakil Ketua Komisi Informasi

- Prof. Damardjati Supadjar: Budayawan

-Dr. Toto Sugito, M. Si: Akademisi dan peneliti etnografi komunikasi Unsoed

*) dalam konfirmasi

Tempat dan Waktu Penyelenggaraan:

 Auditorium Graha Widyatama Unsoed, 26 September 2012 pkl. 09.00 s.d. selesai.

Batas waktu penerimaan abstrak : 30 Juni 2012

Pengumuman abstrak yang diterima: 9 Juli 2012

Batas akhir pengumpulan full paper terseleksi dan registrasi pemakalah (31 Juli 2012)

  JADWAL KEGIATAN

Hari/Tanggal

Waktu

Kegiatan

Rabu, 26 September 2012

08.00 – 09.00 WIB

Registrasi peserta

 

 09.00 – 09.30 WIB

Pembukaan

1. Menyanyikan lagu Indonesia Raya

2. Laporan Ketua Panitia

    Dra. Dwi Pangastuti, M.M.Si

3. Sambutan Rektor Unsoed

    Prof. Edy Yuwono, Ph.D

    (sekaligus membuka acara)

 

09.30 – 10.00 WIB

Coffee Break

 

10.00 - 10.30

Keynote Speaker: Gubernur Jawa Tengah Letjen. (Purn.) TNI H. Bibit Waluyo

Topik: Bali Ndesa Mbangun Desa sebagai Bentuk Pencitraan Berbasis Kearifan lokal

 

10.30 – 12.30 WIB

Sesi Seminar

Pembicara:

- Prof. Nunung Prajarto, Ph. D : Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada

- Dra. Henny S. Widyaningsih, M.Si: Akademisi dan praktisi kehumasan, Wakil Ketua Komisi Informasi

- Prof. Damardjati Supadjar: Budayawan

-Dr. Toto Sugito, M. Si: Akademisi dan peneliti etnografi komunikasi Unsoed

Moderator: Dr. Wisnu Widjanarko, M.Si

 

12.30 – 13.30 WIB

ISHOMA

 

13.30 – 15.30

Sesi Seminar Kelas

 

15.30 - 16.00

Penutupan

Kamis, 27 September 2012

08.00 – 09.00 WIB

Persiapan one day tour di depan Auditorium Graha Widyatama Unsoed

 

09.00 – 14.00 WIB

One day tour melihat potensi lokal Banyumas


 

Investasi:

Pemakalah:  Rp. 300.000,-

Peserta seminar:

·                     Umum: Rp. 150.000,-

·                     Mahasiswa: Rp. 50.000,-

Investasi sudah termasuk seminar kit, coffee break, makan siang, sertifikat, soft copy abstrak, dan prosiding bagi pemakalah.

Bagi peserta seminar yang berminat, panitia menyediakan paket one day tour  potensi lokal Banyumas dengan biaya Rp 60.000,- pada 27 September 2012.

Biaya paket meliputi transportasi, makan siang dan tiket masuk lokasi wisata  ke Lokawisata Baturraden, sentra batik Sokaraja, pusat oleh-oleh khas Banyumas, dll).

Peserta one day tour dibatasi hanya 40 orang saja.

 

Pendaftaran

Calon peserta mengisi form pendaftaran (form boleh difotocopy) dan memilih jenis kegiatan yang akan diikuti. Calon peserta melakukan pembayaran/transfer sesuai dengan kegiatan yang diikuti ke BNI CABANG UNSOED no. rek. 0254023744 a.n Shinta Prastyanti. Form pendaftaran dan slip bukti transfer kemudian dikirim via fax ke no. 0281-636992. Form Pendaftaran bisa didownload (klik di form pendaftaran seminar), setelah diisi bisa di scan dan dikirim via email ke  semnashumas2012@gmail.com

Contact persons:

Dwi Pangastuti : 08122727459

Wiwik Novianti: 087823416134

Email: semnashumas2012@gmail.com

http://www.komunikasi.unsoed.ac.id

Jurusan Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Jenderal Soedirman

Jl. HR. Bunyamin No.993 Purwokerto, Jawa Tengah 53122

Telepon (0281) 636 992 ext 118

Fax (0281) 636922

Hotel dan Penginapan di Purwokerto:

1.                   Wisma Unsoed  Jl. Pereng Purwokerto Telp. 0281 635247 ext. 247 –3km dari tempat seminar

2.                   Hotel Aston (***) Jl. Overste Isdiman Purwokerto –1 km dari tempat seminar

3.                   Hotel Horison (***) Jl. Dr. Angka Purwokerto Telp 0281- 643321 —1,5 km dari tempat seminar

4.                  Hotel Wisata Niaga  Telp. +62 281 642333  Fax. +62 281 642567  SMS : 08122990000—2 km dari tempat seminar

5.                  Hotel Darajati. Jl Prof Dr H Bunyamin 637-C Purwokerto 53122Telp. +62 281 626803, 626802 | Fax. +62 281 6268020,5 km dari tempat seminar

6.                  Hotel Anggrek Jl. Dr. Suparno 100 Purwokerto 53122 Telp. +62 281 7606633 Jarak 1 km dari tempat seminar

7.                  Puri Wisata PurwokertoAlamat Jl. Raya Baturaden Kecamatan BaturadenNo telepon : 0281-681331– 3 km dari tempat seminar

8.                  Hotel Moro SenengJl. Raya Baturaden – KarangmanguTelp. 0281-681 789 Baturaden– 3 km dari tempat seminar

9.                  Hotel Borobudur Jl. Yosodarmo 32 Purwokerto 53131 Telp. +62 281 635341, 637747 | Fax. +62 281 631003 Jarak : 4km dari Unsoed.

10.               Info lengkap akses menuju Unsoed klik http://www.unsoed.ac.id/node/info-akses-dan-hotel