Komunikasi Unsoed Mendokumentasikan Kekayaan Budaya dan Ekonomi Lokal Banyumas Melalui Kegiatan Praktikum Sinematografi.

 

Sebagai salah satu upaya melestarikan budaya dan potensi lokal Banyumas,  Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman  mencoba mendokumentasikannya dalam bentuk paket produksi film dokumenter. Menurut pengampu mata kuliah Sinematografi Tri Nugroho Adi, pembuatan film dokumenter ini sebagai satu cara untuk mulai peduli dengan kekayaan budaya dan potensi lokal Banyumas yang kalau tidak dilestarikan dikhawatirkan punah tergerus perkembangan zaman.

Ryan Ikhramullah (19) , salah seorang peserta praktikum yang akan menggarap dokumenter mengenai kesenian karawitan gagrak Banyumas, mengaku senang dengan pembuatan film dokumenter ini karena  selain dapat teorinya ibaratnya langsung mempraktekkan apa yang diperoleh di kelas. “ Wawasan tentang kearifan lokal di Banyumas juga bertambah apalagi sebagai pendatang baru di sini minmal tahu tentang budaya di Banyumas”,demikian menurut mahasiswa asli Indramayu ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas akhir praktikum sinematografi yang diajarkan di semester 3. Rencananya akan dibuat 10 film dokumenter yang mengangkat bermacam potensi budaya atau kesenian lokal maupun potensi ekonomi lokal. Tema yang akan di angkat di antaranya adalah tentang Lengger, Begalan, Tradisi Cowongan,Karawitan Gagrag Banyumas, Ekowisata Gunung Slamet,  Ikon Bawor sebagai identitas Banyumas,Potensi Desa Wisata Ketenger, Batik khas Sokaraja dan pelestarian Gedung Kesenian Suetedja. Film dokumenter yang masing masing berdurasi sekitar 15-20 menit ini diawaki oleh 7-8 kru di tiap-tiap kelompok. Dokumen pra poduksi film ini sudah dimatangkan minggu pertama bulan Desember dan diperkirakan selesai pembuatan filmnya awal Januari mendatang. (tna).