Doktor Baru Jurusan Ilmu Komunikasi

Man is born free.  Banyak tafsir yang bisa kita  berikan pada premis  tersebut akibatnya banyak makna dan nilai yang bisa diturunkan untuk berbagai kepentingan. Premis ini merupakan kata-kata pertama yang membuka ringkasan disertasi Drs· Nana Sutikna, M·Hum saat menggelar sidang terbuka Program Doktor Ilmu Filsafat UGM Yogyakarta.

Sidang ini merupakan pengukuhan gelar doktor bagi dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNSOED ini. Bertempat di gedung Gajah Mada Club,  pada hari Senin 6 Mei 2013, dengan mengambil judul  Dimensi Ontologis Kebebasan Menurut Erich Fromm Relevansinya Bagi Pengembangan Pers di Indonesia -- disertasi ini menyoal kebebasan pers Indonesia yang  belum berfungsi dengan layak. Meskipun ada Pancasila yang berfungsi sebagai pedoman bagi warga negara dalam menyelenggarakan kehidupan sehari-hari, namun bagi dosen filsafat ini hal itu sepertinya belum tercermin dengan sepatutnya.  

Disertasi yang disusun Drs. Nana Sutikna,M.Hum. dengan promotor Prof. Dr. Joko Siswanto,M.Hum dan co- promotor Dr. Ali Mudhofir ini, mencoba menggali nilai-nilai yang hakiki dari hakekat pers sendiri dengan cara pandang yang baru, mengingat saat ini demikian kompleksnya kepentingan yang ada di dunia pers. Di hadapan tim penguji Prof.Dr. Lasiyo, MA,M.M., Prof.Dr. Djoko Suryo, M.A. ,Prof.Dr. R. Soejadi.S.H., Prof.Dr. Ahmad Dardiri,M.Hum., Dr. Arqom Kuswanjono, Dr.Misnal Munir.M.Hum., Dr. H.Mukhtasar Syamsudin. MA., Nana Sutikna dengan tegas mengatakan bahwa saat ini tidak ada satupun media pers di Indonesia yang bebas dari kepentingan· Kondisi ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi dosen Ilmu Komunikasi ini, sehingga menggelitik dirinya untuk menggali berbagai pemikiran filsafat yang berpengaruh sebagai pisau bedah persoalan yang kian klasik ini. Dalam kata penutup yang merupakan jawaban dari pertanyaan terakhir, promovendum mengutarakan : relevani dimensi ontologis kebebasan pers Fromm dengan kebebasan pers di Indonesia adalah bahwa pers haruslah memiliki kebebasan otonom, artinya pers harus bebas dari pengaruh kekuatan dan kepentingan  di luar pers; pers harus memiliki kebebasan yang dinamis, artinya kebebasan pers yang senantiasa mampu menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas, karakter serta idealisme; pers harus memiliki kebebasan yang humanis artinya pers diarahkan dalam rangka mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan dan pengembangan martabat manusia.


Setelah lebih kurang satu setengah jam Nana Sutikna mempertahankan desertasinya. promovendus dinyatakan lulus dengan predikat cum laude  yang disambut tepuk tangan penuh haru dari para hadirin. Sidang promosi ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan Unsoed di antaranya Dekan Fisip, Dekan Fakultas Ekonomi dan Fakultas  Hukum, Pembantu Dekan I Fisip, Ketua Program Pasca Unsoed, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi dan ketua program MAP Unsoed,  Rektor dan PR 3 UMP. Selain itu turut hadir pula sejumlah pimpinan dari jajaran Pemda dan Kepala Dinas  di antaranya  Sekda Banyumas, Bupati Cilacap, Kepala PDAM Banyumas, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dan lainnya (P Imam Pj/tna)