Terimakasih Mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk Warga Melalui Pagelaran Budaya “Kue Lapis”

Pagelaran Budaya “Kue Lapis” adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) UNSOED bekerjasama dengan Karang Taruna Gema Purwantara 2 Kelurahan Grendeng. Dengan konsep pesta rakyat , pagelaran budaya “Kue Lapis” muncul sebagai upaya mahasiswa berterima kasih dan menghilangkan jarak dengan warga sekitar kampus UNSOED. Pagelaran budaya yang kali pertama dilakukan oleh HIMAKOM ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 9 November 2013 mulai pukul 15.30 -  23.30 di Lapangan Kelurahan Grendeng dibuka untuk umum dan gratis.

 

Mahasiswa adalah salah satu warga universitas yang paling sering bersinggungan langsung dengan warga setempat. Warga sekitar kampus telah banyak membantu baik tempat tinggal, konsumsi, sampai hiburan murah meriah untuk mahasiswa, tapi apa yang telah mahasiswa berikan untuk mereka selain hal-hal materil? Untuk itulah pagelaran budaya “Kue Lapis”  ini digagas. Pagelaran budaya ini menampilkan berbagai kesenian daerah dan kontempoer yang bisa dinikmati oleh umum secara gratis. Selain dimeriahkan oleh seniman-seniman yang sudah ternama seperti, kesenian dari Grup Kenthongan Andhang yang merupakan gabungan dari berbagai kelompok kenthongan di Banyumas, juga Keroncong Mbeling yang merupakan salah satu artis lokal Banyumas dengan aliran keroncong kontemporer dengan lirik "nakal" asal FISIP, Light Voice Acapella merupakan grup acapella yang pernah memenangkan perlombaan di tingkat Jawa Tengah, serta pagelaran budaya “Kue Lapis” juga menjadi panggung bagi Lengger lanang dan Pak Aji si Seniman Jalanan yang memiliki kemampuan untuk berseriosa dengan baik dalam membawakan lantunan lagu. Tak hanya seniman, Mahasiswa berbakat dari Ilmu Komunikasi akan mengisi panggung ini, bahkan bagi warga Grendeng yang akan membawakan Nasyid dari kelompok Nasyid Naura, penyanyi dangdut asal RW 2 Grendeng dan juga adik-adik Kelompok TK Aisyiyah 16 Grendeng serta adik-adik yang akan mementaskan Genjringan yang lebih dikenal dengan kelompok Genjringan Rafa asal Grendeng.

Selain menikmati penampilan seni yang ada, kita juga diajak untuk menjelajah budaya melalui rasa. Menghadirkan berbagai pedagang kali lima (PKL) dengan jenis jajanan yang beragam dan unik, Kue Lapis akan mendatangkan Pecel Mbok Tarlem yang telah lama tidak berjualan di daerah Grendeng untuk warga dan mahasiswa yang rindu akan kenikmatan pecelnya, sebagai salah satu dari PKL yang ada nantinya. Pagelaran budaya “Kue Lapis” mencoba mengajak kita untuk merasakan suatu  pengalaman kuliner yang berbeda dengan mengeluarkan kocek miring. Juga yang ingin tahu hasil kerajinan dari warga grendeng serta kerajinan dari lidi, Kue Lapis mengajak pengrajin untuk ikut serta dalam meramaikan Lapangan Grendeng. Serta dengan kehadiran Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Teknik Geologi, Teknik Informatika, Teknik Sipil, Ilmu Sosiologi, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Politik, dan Hubungan Internasional yang turut memeriahkan acara Kue Lapis ini dengan games yang mereka suguhkan.

Jika ingin merasakan hal-hal seru di atas, pastikan untuk hadir. Informasi dan pertanyaan mengenai acara lebih lanjut bisa ditemui di akun official Himakom UNSOED di @Himakom_UNSOED <http://www.twitter.com/himakom_unsoed>. (Humas Kue Lapis/tna)