MENGENAL KOMISI SKRIPSI

Minggu ini, telah dimulai tugas Komisi Skripsi, menyusul berakhirnya masa perkuliahan dan liburan akhir tahun. Ada yang baru dalam personil Komisi Skripsi yakni munculnya nama - nama :Dr. Nana Sutikna, Dr. Wisnu Widjanarko dan Tri Nugroho Adi,M.Si. Beliau bertiga  mengemban tugas Komisi Skripsi untuk periode 2014-2015 menggantikan tiga personel yang habis masa tugasnya per Januari ini, yakni Drs. Chusmeru,M.Si.(Ketua Komisi),Drs. Ch. Herutomo,M.Si.(Sekretaris Komisi) dan Dr. M. Sulthan (Anggota Komisi). Dalam petunjuk teknis pelaksanaan Komisi Skripsi ini, tim akan bersidang setidaknya dua kali sebulan yakni tiap Jumat minggu pertama dan ketiga guna mereview judul usul penelitian yang masuk dan kemudian menentukan siapa calon pembimbing bagi mahasiswa yang bersangkutan.

Bagi Dr. Nana Sutikna (anggota Komisi), tugas ini merupakan kali pertama dijalaninya. Sementara bagi Dr. Wisnu Widjanarko,M.Si.(Sekretaris Komisi), dalam Komisi Skripsi adalah masa penugasan periode kedua, karena tahun 2009/2010 beliau juga pernah mendapat tugas di komisi ini. Sedangkan bagi Tri Nugroho Adi,M.Si. (Ketua Komisi),tugas  ini merupakan periode penugasan yang ketiga: pertama kali beliau menjadi anggota Komisi Skripsi adalah tahun 2002 ketika menangani judul-judul skripsi yang masuk untuk angkatan pertama Jurusan ini semenjak berdiri 1998; periode penugasan kedua adalah tahun 2009/2010.

Lalu bagaimanakah kira-kira background akademik personal terkait dengan tugasnya dalam komisi ini?  Ketiganya punya kekhasan tersendiri, punya style, wawasan, dan pengalaman yang sudah barang tentu memberi kontribusi unik pula dalam menjalankan tugas komisi. Pak Nana misalnya, doktor terbaru jurusan ini tentu saja tidak perlu diragukan lagi dalam hal wawasan filosofi dan logika penelitian. Beliau adalah doktor yang menggeluti ilmu filsafat dari S1 sampai S3. Sementara S3 beliau bahkan sangat terkait  dengan dunia pers, karena topik disertasinya adalah tentang dimensi kebebasan pers dalam tinjauan filsafati. Sementara Dr. Wisnu Widjanarko sudah bukan muka baru dalam urusan metodologi, karena beliau salah satu pengampu juga mata kuliah Metodologi Penelitian Komunikasi.  Kepiawaian dalam hal penelitian kuantitatif cq. olah statistik  sudah jangan diragukan lagi, karena beliau adalah alumnus S2 Psikologi  UI yang kondang kental sekali aroma positivisnya. Sedangkan S3 beliau adalah Ilmu Komunikasi UNPAD  dengan topik disertasinya adalah fenomenologi sosial dalam komunikasi keluarga. So, suatu perpaduan unik background yang positivis dan juga fenomenologis.  Terakhir, Tri Nugroho Adi,M.Si. juga bukan muka baru di jagat metodologi, karena sejak Jurusan Komunikasi Unsoed berdiri sudah didaulat mengampu metodologi, dan semester ini didapuk untuk mengawal mata kuliah MPS. Basic beliau yang alumni S2 Komunikasi UNS memang menjadikannya banyak bergulat dengan kajian media massa. Penjelajahan  metodologi kualitatif beliau dibawah asuhan Prof. HB Sutopo (alm) semasa studi S2 telah menjadikannya jatuh cinta pada  kajian berbasis naturalistik/fenomenologis hingga sekarang. Wawasan metodologi dan keilmuwannya banyak di-share dalam blog pribadi yang didedikasikannya untuk media pembelajaran bagi peminat komunikasi dan cultural studies dalam  http://sinaukomunikasi.wordpress.com

Selain personil yang baru, Komisi Skripsi periode ini juga diberi tugas tambahan: mengevaluasi tugas akhir mahasiswa di mata kuliah MPK yang berupa usul penelitian. Itulah  sebabnya, Senin (20/1) lalu, bertumpuk usul penelitian di meja  rapat  dan  direview oleh ketiga personal lengkap. Tentu mahasiswa yang mengambil mata kuliah MPK berharap cemas agar usul penelitiannya mendapat nilai maksimal dan dianggap layak untuk ditindaklanjuti sebagai skripsinya. Tugas komisi skripsi memang tidak memberi penilaian karena nilai di tangan pengampu MPK, sementara komisi hanyalah memberi pertimbangan penilaian.  Misal, sebagai ilustrasi proposal yang mendapat rekomendasi tanda (-) berarti ada lebih dari 75% kriteria evaluasi yang tidak terpenuhi, sementara tanda (+) adalah usul penelitian yang memungkinkan dilanjutkan dengan penyempurnaan, sedangkan (++) berarti judul tersebut sudah cukup layak untuk dilanjutkan menjadi calon skripsi. Tentu saja dalam proses penyusunan skripsi akan selalu ada penyempurnaan dan itu menjadi tanggung jawab pembimbing skripsi nantinya. 

Menyertakan  Komisi Skripsi dalam penilaian mata kuliah MPK tentu punya maksud tersendiri, yakni sebagai salah satu strategi mempercepat penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa yang sudah menginjak di semester VII. Pengalaman selama ini, setelah lulus mata kuliah metodologi maka ada jeda waktu bagi mahasiswa untuk mengambil start memasukkan calon judul di komisi skripsi, sehingga akan terlalu banyak waktu yang terbuang percuma. Dengan metode yang sekarang diterapkan, diharapkan mahasiswa sudah bisa memulai mempersiapkan judul skripsinya dengan sungguh-sungguh berbarengan dengan proses penulisan tugas akhir mata kuliah MPK.

Selain di atas, ada yang baru juga dalam format  pengumuman judul skripsi yang diterima yang merupakan hasil sidang komisi skripsi, yakni keterangan alasan mengenai mengapa sesuatu judul  itu diterima atau ditolak. Keterangan itu berupa kalimat, misal (kalau ditolak) :  “tidak memenuhi kriteria evaluasi poin A,B,C,D dst.... “Untuk itu, mahasiswa bisa melihat di KRITERIA EVALUASI USUL PENELITIAN. Printoutnya akan menyertai lembar pengumuman yang ditempel  di papan pengumuman, selain itu sudah pasti bisa juga diakses di laman http://komunikasi.unsoed.ac.id

Demikian sekilas lintas perkenalan dengan wajah baru Komisi Skripsi, dengan visi dan semangat baru semoga saja  kita bisa meningkatkan kualitas dan  percepatan  lulusan di Jurusan Ilmu Komunikasi  yang kita cintai ini (komunikasi/49).